Sudokugambit.com - Make extra money online guide | Menarik.com - Internet money making community | Berita.Menarik.com - Berita Menarik Malaysia | Adbizzy.com - Pay per click advertising | Macrofinder.com - Finance forex stock exchange | Business-marketings.com- Internet marketing strategy | Techadgets.com- Technology and gadgets | Travel with Suduko Gambit around the world

Tuesday, November 03, 2009

Kenapa manusia mati? Siapa yang memakan manusia?

------------------------------------------------
Kenapa manusia mati? Siapa yang memakan manusia?
------------------------------------------------

Siapa yang memakan manusia? BINATANG BUAS.


Manusia hidup dalam eko sistem alam. Manusia memerlukan makanan untuk
membiak. Oleh yang demikian makanan manusia terdiri dari hidupan juga.

Kitaran --------> Manusia makan ------> hidupan --------> makan manusia --------> kitaran

Siapa percaya bahawa manusia dimakan oleh binatang buas yang lapar?
Semata-mata untuk menjadikan binatang buas dan liar ini kenyang.

Jadi manusia mati kerana dimakan oleh binatang buas tersebut.

Siapakah binatang buas tersebut?

Hidupan seperti haiwan memakan bakteria, tumbuhan, haiwan dan manusia.

Oleh itu, manusia mati kerana dimakan oleh hidupan adalah satu kepercayaan yang benar.

Manusia yang mati kerana sekecil kuman bakteria dan sebesar ikan paus dan segala jenis yang mematikan

sebenarnya dengan liar dan buasnya memakan daging manusia itu sendiri.

Manusia yang tidak dapat memikirkan perkara ini telah menyebabkan pemakan manusia
berleluasa dan akhirnya manusia mati.

Oleh kerana manusia mengikut hukum alam. Manusia hanya sebahagian dari alam.
Satu hari pasti manusia dimakan oleh BINATANG BUAS tersebut.

Jika anda ada sifat seperti ingin memakan daging manusia maka fikirkan.
Disatu tempat ada hidupan yang memakan daging kita sebagai manusia.

Hidupan tersebut seperti manusia juga. Selepas makan ia berasa kenyang. Selepas
itu hidupan tersebut perlu mencari makanan lagi.

Satu kajian perlu dijalankan supaya manusia lebih berhati-hati supaya manusia
tidak dimakan oleh hidupan yang lain.

Hidupan dibumi tidak makan manusia adalah salah. Kerana kuman dengan kenyangnya memakan
manusia. Hidupan dari planet lain mungkin sudah tangkap dan makan manusia.

Oleh itu manusia perlukan segala macam yang menjadikan manusia tidak mati kerana dimakan
oleh hidupan buas.

Manusia dimakan dengan kejinya oleh BINATANG BUAS tanpa disedari. Ada juga dikalangan manusia yang
keji telah makan manusia lain secara BUAS dan keji.



Ikhlas dari Penulis buku perjuangan manusia untuk masa depan

Friday, April 17, 2009

Kenapa kita tidak perlu politik?

Adakah anda bertanya diri anda?

Wajarkah aku menjadi wakil rakyat.

Jika saya diajukan pertanyaan di atas saya akan menjawab tidak.

Ini kerana pada pandangan saya lebih banyak masa saya perlukan untuk membuat suatu perkara tanpa diganggu.

Ia memang suatu yang hebat.

Ahli politik mempunyai ramai pengikut dan penentang.

Boleh dikatakan 50% adalah penentang.

Jadi saya tidak akan sanggup untuk menerima penentang.

Banyak cerita seperti di bawah:

Ahli politik di saman.

Ahli politik dibunuh. Terutama orang india.

Ahli politik diugut bunuh. Cina dan Melayu juga ada.

Ahli politik membuat rusuhan.

Banyak lagi yang melibatkan ahli politik.

Jadi jika anda hendak maju dalam bidang yang anda ceburi elakkan politik.

Bukan apa sebab jika anda ada bisnes mungkin orang akan membuat kacau bilau.

Jika anda melihat mereka yang membalas dendam dalam politik iaitu musuh politik juga ramai.

Saya cadangkan anda janganlah terlibat dengan politik apa yang perlu dibuat hanya undi atau jika masuk parti cuma buat kempen sahaja.

Tidaklah ganas.

Politik adalah cara menggantikan pentadbiran raja dan sultan sahaja.

Ia dimasuki oleh mereka yang memang belajar dan berminat dalam arena politik.

Memang politik boleh membuatkan anda dikenali dan anda popular.

Tetapi anda perlukan lebih dari sekuriti dan kelangkapan yang anda perlukan bukan sekadar dari anda tetapi sokongan ramai pihak.

Politik kotor memang terjadi. “Dirty” dalam bahasa inggeris iaitu kotor.

Jika anda ingin menjadi orang yang bersih maka anda perlu elakkan politik. Sebab kuasa anda adalah diri anda. Anda tidak perlu membuatkkan kuasa negara milik anda.

Dari sudut agama saya rasa lebih baik elakkan politik sebab banyak dosa jika anda tidak berpolitik tidak ada siapa yang memusuhi anda.

Maka anda menjadi seorang yang baik. Hidup dunia inginkan kejayaan hingga akhirat masuk syurga.

Sebab jika anda sudah sampai akhirat penyesalan tidak sudah-sudah jika anda perhatikan banyak perkara yang anda tidak faham sehingga pengetahuan tentang Allah SWT anda tinggalkan.

Wajar anda meningkatkan ibadah dan tekun dalam menghadap Allah SWT. Berjihad dijalan Allah SWT lebih baik.

Mungkin politik anda adalah Jihad tetapi ia bukan lawan sesama Islam lagi.

Jadi tiada konflik dalam saudara seIslam dan anda menjadi orang hebat berbanding mereka yang berpolitik sebenarnya tidak hebat dipandang lawannya.

Di tulis oleh buku:Perjuangan manusia untuk masa depan

http://duriyan.com/


Thursday, December 25, 2008

Kebangkitan Malaysia Zaman Moden

Download Magazine Malay language

Kebangkitan Zaman Moden

This is our exclusive magazine to introduce with new mission and thought.

http://theworldproblems.com/kebangkitan_zaman_moden_theworldproblemsdotcom..pdf

Saturday, November 29, 2008

Bagaimana hendak mengubah orang miskin menjadi kaya?

1001 cara orang kaya tukar dengan orang miskin
Bagaimana hendak mengubah orang miskin menjadi kaya?
Jika kelajuan mencapai tahap cahaya. Manusia sudah maju ke depan.

[Buku rahsia sejak zaman berzaman]

Lagenda Melayu negara maju dan laju masa depan
Kajian saya menunjukkan menjadi kaya hanya suatu proses.

Download Buku .pdf di sini: http://www.sudokugambit.com/pemimpin/

Sunday, September 21, 2008

Sebuah buku tasawuf yang baik ! Dunia kecil jua

Thursday, May 15, 2008

Perbezaaan Wali dan Nabi

Khidhir as, seorang wali atau nabi ?

Di sana ada beberapa kasus yang perlu ditanggapi, diantaranya adalah kisah Khidir dengan nabi Musa. Di dalam surat Al Kahfi disebutkan bahwa nabi Musa as pernah belajar kepada Khidhir. Sebagian kaum muslimin yang berkeyakinan bahwa Khidhir adalah seorang wali, mereka menyimpulkan bahwa seorang wali lebih afdhol dari seorang nabi, dengan bukti nabi Musa belajar kepada Khidir. Keyakinan ini, akhirnya berkembang lebih luas lagi dan menyebabkan bermunculnya orang- orang yang mengaku dirinya wali Allah, bahkan sebagian mereka sudah tidak mengakui ajaran Islam yang di bawa oleh nabi Muhammad saw, karena beranggapan bahwa wali lebih utama dari nabi, dan tidak perlu mentaati ajaran- ajarannya.

Sungguh keyakinan semacam itu sangat menyesatkan, karena akan mengakibatkan rusaknya ajaran Islam ini. Padahal menurut pemahaman Ahlu al-Sunnah wa al- Jama’ah bahwa nabi dan rosul merupakan manusia yang paling utama dan mulia di sisi Allah swt. Untuk lebih jelasnya, kami sebutkan di bawah ini, urutan umat manusia yang paling utama sejak awal diciptakannya, hingga hari kiamat kelak-berdasarkan pendapat para Ulama Ahlu Sunnah- :

1-Urutan Pertama adalah para rosul dan nabi adalah kelompok manusia yang paling mulia di sisi Allah, bahkan sebagian ulama berpendapat bahwa mereka lebih mulia dari para Malaikat. Diantara para rosul dan nabi tersebut, terdapat Ulul Azmi ( Nabi Muhammad saw, Isa as, Musa as, Ibrahim as, Nuh as) mereka itu, adalah orang – orang yang terbaik di antara para nabi dan rosul. Dan Nabi Muhammad saw adalah yang terbaik diantara ulul azmi sekaligus sebagai pemimpin para nabi dan rosul.

2.Setelah itu, baru para wali Allah. Dan kelompok Wali Allah yang paling baik dalam sejarah manusia adalah para sahabat Rosulullah saw . Diantara para sahabat tersebut, Abu Bakar As-Siddiq adalah yang terbaik. Kemudian Khulafa Rosyidin sesudahnya yaitu : Umar bin Khottob ra, Utsman bin Affan ra, serta Ali bin Abi Tholib ra)

Barangkali diantara kita ada yang bertanya, kalau begitu di mana Khiddhir as di dalam urutan- urutan tersebut ? Bagaimana dengan wali-wali Allah yang lainnya, khususnya yang sangat dikenal oleh masyarakat awam ? Dan bagaimana dengan wali songo yang ada di Indonesia ?

Untuk menjawab sejumlah pertanyaan diatas, kita harus mengetahui terlebih dahulu, apakah Khidhir as itu nabi atau wali ? Sampai sekarang masalah ini, masih menjadi polemik yang hangat dikalangan sebagian orang. Dan hal ini, sangatlah wajar karena tidak ada teks Al-Qur’an maupun Hadist yang menyebutkan secara terus terang tentang status Khidhir as. Oleh karenanya kita dapatkan sebagian orang beranggapan bahwa Khidhir as, adalah seorang wali besar, bahkan mungkin Imamnya para wali. Dan Allah telah menganugrahkan kepada-nya wahyu dan ilmu, serta hikmah. Sebagian yang lain berkeyakinan bahwa Khidir as adalah salah satu dari Nabi Allah. Tapi yang jelas, keduanya sepakat bahwa Khidir as adalah hamba Allah yang pernah bertemu dan menjadi guru nabi Musa as, yang kisahnya disebutkan dalam Al Qur’an, tepat di dalam surat Al Kahfi.

Paling tidak, ada dua hal yang menunjukkan bahwa Khidhir adalah seorang nabi.

Pertama : Ibnu Katsir di dalam bukunya “ Al Bidayah wa al -Nihayah “ telah memberikan alasan yang cukup menarik untuk menolak pendapat yang mengatakan bahwa Khidhir as membunuh anak kecil yang ditemuanya di jalan, karena perasaannya mengatakan bahwa anak kecil tersebut, kelak akan menjadi anak yang durhaka kepada orang tuanya. Ibnu Katsir menyatakan bahwa seorang wali, bagaimanapun juga derajatnya, tidak begitu saja berbuat sesuatu yang sangat besar hanya berdasar perasaan belaka. Karena sebuah “perasaan” tidak boleh dijadikan standar untuk semudah itu menghabisi nyawa anak kecil yang belum punya dosa.

Abu Bakar as Siddiq ra saja- yang nota benenya adalah pemimpin para wali - masih bimbang , ragu-ragu, dan berpikir tujuh kali, sebelum akhirnya mantap untuk menjalankan proyek “ jam’ul quran “ ( mengumpulkan Al Qur’an dalam satu mushaf ) . Abu Bakar as Siddiq ra bimbang untuk melangkah, karena kawatir apa yang akan dilakukannya nanti akan menyalahi ajaran Rosulullah saw. Padahal proyek “ jam’ul quran “ merupakan proyek yang sangat masuk akal, dan mempunyai dasar pijakan yang kuat. Walau begitu, Abu Bakar as Siddiq masih ragu dan penuh kekhawatiran. Lain dengan Khidhir as, yang dengan begitu mudah membunuh anak kecil yang ditemuinya tanpa sebab apa-apa. Ini semua menunjukkan bahwa Khidhir as adalah seorang nabi yang mendapatkan wahyu dari Allah swt, sehingga dengan wahyu tersebut,tanpa pikir panjang beliau segera menjalankan apa yang diperintahkan kepadanya, walau perbuatan tersebut, secara sekilas terlihat sebagai sebuah kemungkaran.

Kedua : Nabi Musa as belajar dari nabi Khidhir as. Ini juga , merupakan indikasi bahwa Khidhir as adalah seorang nabi. Karena sangat kecil kemungkinannya seorang Nabi sekaliber Musa as, diperintahkan belajar dari seseorang yang bukan Nabi.

Bagi orang yang hanya membaca kisah Khidhir as dengan nabi Musa as secara sekilas, akan terkesan baginya, bahwa Khidhir as lebih pandai dari nabi Musa as. Dan itu, akan memberikan dampak yang kurang bagus pada keyakinan masyarakat, karena akan mengesankan bahwa Khidhir as ( yang menurut mereka adalah seorang wali ) ternyata lebih mulia dari seorang Nabi Musa as, salah seorang nabi yang mendapatkan julukan Ulil Azmi ( Nabi- nabi yang memiliki ketangguhan yang luar biasa )

Seseorang yang menyakini bahwa seorang wali lebih mulia dari nabi, bahkan lebih mulia dari para nabi yang tergolong dalam kelompok Ulul Azmi, maka orang tersebut telah terjerumus di dalam kebodohan yang nyata. Keyakinan tersebut merupakan keyakinan yang sesat, dan merusak aqidah kaum muslimin, karena beranggapan bahwa seorang wali berhak untuk berbuat sesuka hatinya, walau perbuatan itu bertentangan dengan syara’ dan akal sehat serta fitrah manusia. Dia, bisa saja merusak barang milik orang lain dengan dalih menyelamatkannya, atau bahkan akan dengan mudah membunuh siapa saja yang dia kehendaki, dengan alasan dia adalah seorang wali, dan dia meniru apa yang dilakukan oleh Khidhir as.

Pendapat bahwa Khidir as, adalah seorang nabi, dikuatkan dengan perkataan seorang tokoh Islam, yang karya-karyanya menjadi rujukan kaum muslimin yang bermadzhab ahlu al–sunnah wa al-jama’ah, yaitu Imam Thohawi, beliau menulis di dalam matan “ Aqidah Al- Thohawiyah “ :

“ Keyakinan kita (ahlu al–sunnah wa al-jama’ah) adalah tidak memuliakan seorang wali di atas nabi, bahkan sebaliknya kita berkeyakinan bahwa satu orang Nabi lebih mulia dari seluruh wali “

Begitu juga wali- wali lain yang telah dikenal luas oleh masyarakat, baik di Timur Tengah, maupun di belahan bumi yang lain, termasuk di Indonesia sendiri, mereka itu, bagaimanapun tingginya keimanan dan kehebatan mereka, namun kedudukan mereka, tetap di bawah para sahabat Rosulullah saw, karena para sahabat adalah generasi terbaik sepanjang sejarah manusia , tentunya setelah para nabi dan rosul. Merekalah ( para sahabat ) wali-wali Allah yang bukan saja bisa menyebarkan Islam , tapi mereka juga telah mampu menaklukan dunia ini dan membekuk dua kekuatan super power pada waktu itu, Persi dan Romawi.

Sedangkan wali- wali Allah yang lain, khususnya yang hidup pada zaman ini, keimanan mereka jauh di bawah keimanan para sahabat. Apalagi yang mengaku-ngaku bahwa diri mereka wali, tentunya sangat jauh perbedaannya. Inipun, kalau mereka benar- benar wali Allah. Karena wali Allah yang sebenarnya, adalah mereka yang memberikan kontribusi pada masyarakat dengan semaksimal mungkin. Yaitu selalu berdakwah, beramar ma’ruf dan nahi mungkar, memperbaiki kerusakan-kerusakan yang terjadi di masyarakat , bahkan akan mampu mnggerakkan reformasi yang sebenar- benarnya. Dan tentunya Umat Islam, dan bangsa Indonesia khususnya, akan bisa merasakan kehadiran mereka. Namun kenyataannya, justru yang terjadi adalah kerusakan demi kerusakan, kekacuan demi kekacuan, bahkan suara mereka, yang mengaku wali- wali Allah, tidak pernah terdengar.Wallahu a’lam.

Rujukan

Sejarah singkat munculnya ilmu wali dan ilmu hitam

Sejarah singkat munculnya ilmu wali dan ilmu hitam

Ketika Sunan Bonang membaiat Sunan Kalijaga di atas perahu tiba-tiba perahu tersebut bocor lalu sunan Bonang menghentikan pembaiatan dan mengambil tanah dari daratan untuk menambal kebocoran perahu ternyata di dalam tanah tersebut terdapat cacing, kemudian pembaiatan terhadap Sunan Kalijaga dilanjutkan, karena terlalu dahsyatnya pembaiatan Sunan Bonang maka cacing tersebut dapat mendengarkan dan mengikuti proses pembaiatan dan pada akhirnya cacing tersebut mampu berubah menjadi manusia. Karena belum sempurnanya ilmu yang dikuasai oleh sunan Kalijaga, beliau tidak mengetahui kalau ada orang yang ikut menguping wejangan sunan Bonang, setelah sempurna menerima ilmu dari Sunan Bonang akhirnya sunan Kalijaga tahu ada orang yang juga mencuri ilmu tersebut secara sembunyi maka orang tersebut diusir oleh sunan Kalijaga. Orang tersebut lari ke daratan dan menyebarkan ilmu yang tidak sempurna tersebut kepada masyarakat hingga terkenal dimana-mana. Setelah Sunan Kalijaga telah menela’ah dan menyempurnakan ilmu dari Sunan Bonang dan siap menyiarkan di daratan. Betapa kagetnya Sunan Kalijaga ternyata ilmu tersebut sudah tersebar luas. Sunan Kalijaga teringat akan kejadian di atas kapal bersama Sunan Bonang ketika menerima ilmu ada orang yang berasal dari cacing yang ikut mendengarkan wejangan tersebut oleh Sunan Kalijaga dinamakan Siti Jenar. Karena ilmu yang tanpa izin dari guru (sunan Bonang) dapat menyimpang/ menyesatkan/ merusak ilmu Tauhid. Hal ini menyebabkan munculnya ilmu hitam. Sampai sekarang ilmu tersebut menjadi pegangan dan keyakinan masyarakat luas karena dianggap sebagai ilmu yang benar. Hal tersebut diatas dapat kita simpulkan bahwa ilmu yang tidak sempurna (tidak dilandasi dengan tauhid yang murni) dan tidak kita ketahui asal mulanya, walaupun luarnya sangat bagus dan sangat indah tetapi di dalamnya sangat kotor dan menyesatkan bagi kita, na’udzubillah.Maka dari itu karena ilmu kewalian/tauhid yang telah begitu lama tidak muncul,yang tersebar selama ini hanya ilmu syari’at dan syari’at dari haqiqat. Alhamdulilah,dengan sifat Rohman dari Allah S.W.T ilmu tersebut sekarang telah muncul/beredar dengan perantara para guru mursyid yang tersebut dalam silsilah mursyid yang sahih.

Selanjutnya

Wali Allah

Subahanallah Walhamdulillah Alhuakbar.

Tasawuf bukan membaca buku-buku Tasawuf dan mengkaji dari berbagai teori tasawuf
seperti Ibnu Arabi, Syadzili, Qodiri, Mevlevi Rumi seperti banyak kajian tasawuf diberbagai Masjid saat ini. Itu hanya baru mempelajari mengenal tasawuf bukan
bertasawuf. Sangat berbeda jauh antara bertasawuf dan mempelajari buku atau hadir dalam ceramah tasawuf jauh, dampak dan pemahamannya bagai setetes air
dibanding samudera. Bertasawuf adalah melaksanakan dzikir dan mengambil Mursyid dengan berbayat. Bila ia mendengarkan ceramah dari Mursyid tasawuf yang Wali
Allah, maka ia akan mendapatkan ilmu sekaligus Hikmah.

Ilmu seperti pesawat terbang yang indah bentuknya.
Hikmah seperti Bahan Bakarnya. Begitu banyak orang
yang bangga dengan keindahan ilmunya, tetapi tanpa
bahan bakar hikmah ia tetap didarat tak dapat terbang.
Hikmah didapatkan dari mendengarkan langsung dan
bersama Wali Allah, sementara ilmu dari ulama biasa
kadnag membebani. Himah tak dapat terlupa dan
mengatkan, sementara ilmu ketika kita sudah tua, maka
yang menghancurkan ilmu adalah LUPA ( Hadist Nabi
saw). Hikmah adalah langsung mendengar dan bertemu,
karena ada dua macam ilmu. Ilmu Awroq ( tulisan) dan
Ilmu Azwaq (Rasa). Ketika kita mendengar seorang
Kekasih Allah/Wali Allah bicara, maka ilmu rasa yang
ditransfer langsung kedalam kalbu kita. Ketika kita
menulis dari ceramah Wali Allah, maka yang semula kita
terima dalam bentuk Hikmah, berubah menjadi Ilmu.
HImah adalah RASA, peretmuan langsung dengan Para Wali
Allah. Berjamaah dengan wali Allah, bagaikan iabadah
70 tahun, maka carilah para Wali Allah.

Keterangan lanjut

Tuesday, April 17, 2007

BERSAMA ALLAH KEMBALI KE RUMAH, PERJALANAN AIR MATA, HAJI YANG MABRUR, SURGA,..

BERSAMA ALLAH KEMBALI KE RUMAH

SALAM PERPISAHAN

Ternyata pergi ibadah haji,
Hakekatnya adalah untuk pulang kembali…

Ada pertemuan tentu ada pula perpisahan. Itulah ungkapan bijak yang sering kita dengar di dalam kehidupan kita. Demikian pula dengan ibadah haji. Kurang lebih empat puluh hari para jama'ah melakukan perjalanannya mulai dari rumahnya sampai kembali untuk menjumpai keluarganya.

Saat baru datang menjumpai ka'bah, setiap jamaah terperangah dan terkesan dengan baitullah itu. Setelah setiap hari melakukan thawaf mengelilingi ka'bah, dan akhirnya harus berpisah karena masa haji sudah usai, maka tiada terkira sedihnya perasaan.

Tidak jarang para jama'ah haji yang berlinang air mata, ketika harus meninggalkan ka'bah. Kerinduannya nampak jelas pada raut wajahnya, meskipun mereka belum berpisah. Maka dengan rasa terpaksa mereka pun kembali pulang ke hotelnya untuk mengemas barang-barang bawaannya. Kembali ke tanah air.

Bahkan jamaah haji yang sudah menerima pelajaran banyak tentang makna kehidupan dari rangkaian ibadah haji, ia harus mampu mengambil pelajaran bagaimana seorang hamba harus kembali kepada Sang Penciptanya. Untuk bertemu dengan harapan akan mendapatkan ridhaNya. Hanya orang-orang yang yakinlah, yang bertemu Allah dengan rasa bahagia.

QS. Al Baqarah (2) : 46
(yaitu) orang-orang yang meyakini, bahwa mereka akan menemui Tuhannya, dan bahwa mereka akan kembali kepada-Nya.

QS. Al-Maidaah (S) : 105
Hai orang-orang yang beriman, jagalah dirimu; tiadalah orang yang sesat itu akan memberi mudharat kepadamu apabila kamu telah mendapat petunjuk. Hanya kepada Allah kamu kembali semuanya, maka Dia akan menerangkan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.

QS. Al-A'raaf (7) : 29
Katakanlah: “Tuhanku menyuruh menjalankan keadilan”. Dan (katakanlah): "Luruskanlah muka (diri) mu di setiap shalat dan sembahlah Allah dengan mengikhlaskan ketaatanmu kepada-Nya. Sebagaimana Dia telah menciptakan kamu pada permulaan (demikian pulalah) kamu akan kembali kepadaNya".

QS. Yunus (10) : 4
Hanya kepadaNyalah kamu semuanya akan kembali; sebagai janji yang benar daripada Allah, sesungguhnya Allah menciptakan makhluk pada permulaannya kemudian mengulanginya (menghidupkannya) kembali (sesudah berbangkit), agar Dia memberi pembalasan kepada orang-orang yang beriman dan yang mengerjakan amal saleh dengan adil. Dan untuk orang-orang kafir disediakan minuman air yang panas dan azab yang pedih disebabkan kekafiran mereka.

QS. Al-Mukmin (40) : 3
Yang Mengampuni dosa dan Menerima taubat lagi keras hukuman-Nya; Yang mempunyai karunia. Tiada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia. Hanya kepada-Nyalah kembali (semua makhluk).

Hidup ini adalah sebuah perjalanan. Semoga dengan peristiwa haji ini kita semua akan semakin sadar bahwa kita akan kembali kepadaNya.

Kita berharap bahwa perjalanan ini bisa menjadi pelajaran istimewa, bagi yang sudah pernah pergi ke baitullah, ataupun yang belum mendapatkan kesempatan untuk pergi kesana.

Semua manusia, (bagi yang mampu) diwajibkan untuk pergi ke tanah suci, agar menyadari bahwa kelak kita semua ini akan kembali kepada Dzat Yang Maha Memiliki. Ternyata hakekat dari itu semua adalah 'Pergi untuk Kembali'..



PERJALANAN AIR MATA

Sejak berangkat sampai pulang kembali,
Tiada hentinya air mata menghiasi perjalanan ini…

Ketika tanganku, aku gerakkan untuk menulis bagian ini, anganku melayang pada bagian depan dari perjalanan ini. Dan setelah kutuangkan seluruh perjalanan para jamaah itu..., akh, ternyata hanya ada satu kesimpulan bagiku.
Bahwa perjalanan haji adalah perjalanan air mata....

Betapa pertama kali, seorang jama'ah ketika meninggalkan rumah dan keluarganya, ia menangis karena akan meninggalkan sanak saudaranya.

Ketika pesawat mulai bergerak menuju tanah Haram, para jama'ah pun banyak yang melelehkan air mata, karena terharu bisa berangkat untuk 'bertemu' dengan Allah di Baitullah.

Ketika para jamaah berdo'a di Raudhah, di dekat makam Rasulullah saw, tiada tertahankan lagi air mata jatuh berderai, membasahi sajadah.

Ketika para jama'ah, pertama kali menatap ka'bah baitullah, sungguh hati bergetar, dan tanpa terasa airmata pun jatuh membasahi pipinya.

Ketika para jama'ah berdo'a di Multazam, tiada hentinya air mata berderai membasahi dinding ka'bah.

Ketika suara adzan terdengar, air mata pun berderai bagi yang menghayatinya.

Ketika para jama'ah melakukan wukuf di Arafah, justru di sinilah intinya. Seolah mata menjadi kering karena terlalu banyak air mata yang tertumpahkan. Mengapa? Sebab ketika matahari mulai tergelincir ke arah barat, do'a demi do'a, pengharapan akan diampuni dosanya, semua tertumpah saat-saat itu.. inilah wukuf yang luar biasa. Tak ada yang tahan hati manusia. Karena masing-masing telah mengakui dosa dan kesalahannya. Semua menangis, semua tundukkan kepala, mohon ampunanNya. Bersama saudara seakidah umat muslim se dunia.

Ketika para jama'ah mengunjungi jabal rahmah, yaitu bukit cinta nabi Adam as bersama Siti Hawa, kembali air mata keharuan menetes dari pelupuk mata mereka.

Ketika para jamaah berpisah dengan ka'bah, tidak jarang pula yang menangis karena harus berpisah dengannya.

Ketika para jama'ah bertemu kembali dengan anak istri/suami, atau dengan para tetangganya, kembali mereka menangis tanda syukurnya kepada Allah Azza wa Jalla...

Inilah sebuah perjalanan yang sangat indah. Nampaknya saja sebuah perjalanan jasmaniah, tetapi sebenarnya lebih cenderung pada perjalanan ruhaniah yang menguras air mata. Semoga cucuran air mata itu tidaklahi sia-sia... Sebagai tanda iman yang tiada tara...

QS. Al Maidah (5) : 83
Dan apabila mereka mendengarkan apa yang diturunkan kepada Rasul (Muhammad), kamu melihat mata mereka mencucurkan air mata disebabkan kebenaran (Al Qur'an) yang telah mereka ketahui (dari kitab-kitab mereka sendiri); seraya berkata: "Ya Tuhan kami, kami telah beriman, maka catatlah kami bersama orang-orang yang menjadi saksi (atas kebenaran Al Qur'an dan kenabian Muhammad s. a. w.)

QS.Al-Israa' (17) : 109
Dan mereka menyungkur atas muka mereka sambil menangis dan mereka bertambah khusyu'.



HAJI YANG MABRUR

Haji yang Mabrur Bagaimanakah itu...?

Haji yang diterima atau sering disebut dengan haji Mabrur adalah sebuah predikat yang didambakan oleh setiap jama'ah haji. Baik jama'ah yang akan berangkat, atau yang sudah pulang dari ibadah hajinya. Semua mendambakan predikat itu. Hal ini sangat berkaitan erat dengan apa yang pernah disampaikan oleh Allah Swt, bahwa tak ada balasan bagi haji mabrur kecuali surga yang luasnya seluas langit dan bumi, serta keindahannya belum pernah terbayangkan dalam hati.

QS. Al-Hadiid (57) : 21
Berlomba-lombalah kamu kepada (mendapatkan) ampunan dari Tuhanmu dan surga yang luasnya seluas langit dan bumi, yang disediakan bagi orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-rasulNya. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah mempunyai karunia yang besar.

QS. An-Nisaa' (4) : 57
Dan orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal shaleh, kelak akan Kami masukkan mereka ke dalam surga yang di dalamnya mengalir sungai-sungai; kekal mereka di dalamnya; mereka di dalamnya mempunyai isteri-isteri yang suci, dan Kami masukkan mereka ke tempat yang teduh lagi nyaman.

Bahkan dalam sebuah hadits Qudsi, Allah Swt mengatakan, Aku sediakan bagi hamba-hambaKu yang shalih, sesuatu yang belum pernah terlihat oleh mata, belum terdengar oleh telinga, dan belum pernah terlintas oleh hati.
(Hadits Qudsi, R. Bukhari, Muslim)

Berpuluh-puluh ayat memberikan informasi bahwa mereka yang beriman, yang berbuat kebajikan, yang beramal shalih, akan dimasukkan ke dalam surga. Yaitu suatu tempat yang indah, yang luasnya tiada terkira, yang teduh lagi nyaman. Yang di dalamnya terdapat banyak buah-buahan. Yang mengalir sungai-sungai di bawahnya.

Dan yang lebih penting, mereka akan bertemu dengan Dzat Yang Maha Indah, sebagai puncak kebahagiaan mereka. Itu semua diperuntukkan bagi hamba Allah yang memperoleh predikat haji yang mabrur. Yaitu haji yang diterima Allah Swt. Haji yang mampu merubah perilakunya seiring dengan berbagai hikmah yang diperolehnya sepanjang perjalan di tanah Haram.

Wallahu 'alam bishshawab.



SURGA,..

Dan orang yang takut saat menghadap Tuhannya,
(bagi mereka) ada dua surga.
Maka ni'mat Tuhan kamu yang manakah
yang kamu dustakan?

kedua surga itu,
mempunyai pohon-pohonan dan buah-buahan.
Maka ni'mat Tuhan kamu yang manakah
yang kamu dustakan?

Di dalam kedua surga itu,
ada dua buah mata air yang mengalir.
Maka ni'mat Tuhan kamu yang manakah
yang kamu dustakan?

Di dalam kedua surga itu,
terdapat segala macam buah-buahan
yang berpasangan
Maka ni'mat Tuhan kamu yang manakah
yang kamu dustakan?

Mereka bertelekan di atas permadani
yang sebelah dalamnya dari sutera.
Dan buah-buahan kedua surga itu
dapat (dipetik) dari dekat.
Maka ni'mat Tuhan kamu yang manakah
yang kamu dustakan?

Di dalam surga itu,
ada bidadari-bidadari yang sopan
menundukkan pandangannya,
kedua surga itu hijau tua warnanya.
Maka ni'mat Tuhan kamu yang manakah
yang kamu dustakan?

tidak pernah disentuh oleh manusia sebelum mereka
dan tidak pula oleh jin.
Maka ni'mat Tuhan kamu yang manakah
yang kamu dustakan?

Seakan-akan bidadari itu permata yakut dan marjan.
Maka ni'mat Tuhan kamu yang manakah
yang kamu dustakan?

Tidak ada balasan kebaikan kecuali kebaikan.
Maka ni'mat Tuhan kamu yang manakah
yang kamu dustakan?

Dan selain dari dua surga itu, ada dua surga lagi.
Maka ni'mat Tuhan kamu yang manakah
yang kamu dustakan?

Di dalam kedua surga itu ada dua mata air
yang memancar.
Maka ni'mat Tuhan kamu yang manakah
yang kamu dustakan?

Di dalam keduanya ada buah-buahan,
dan kurma serta delima.
Maka ni'mat Tuhan kamu yang manakah
yang kamu dustakan?

Di dalam surga-surga itu,
ada bidadari-bidadari yang baik-baik
lagi cantik-cantik.
Maka ni'mat Tuhan kamu yang manakah
yang kamu dustakan?

Yang jelita, putih bersih dipingit dalam rumah.
Maka ni'mat Tuhan kamu yang manakah
yang kamu dustakan?

Mereka tidak pernah disentuh oleh manusia
sebelum mereka dan tidak pula oleh jin.
Maka ni'mat Tuhan kamu yang manakah
yang kamu dustakan?

Mereka bertelekan pada bantal-bantal yang hijau,
dan permadani-permadani yang indah.
Maka ni'mat Tuhan kamu yang manakah
yang kamu dustakan?

Maha Agung nama Tuhanmu Yang Mempunyai
kebesaran dan karunia

(QS. Ar-Rahmaan : 46-78)