Thursday, May 15, 2008

Sejarah singkat munculnya ilmu wali dan ilmu hitam

Sejarah singkat munculnya ilmu wali dan ilmu hitam

Ketika Sunan Bonang membaiat Sunan Kalijaga di atas perahu tiba-tiba perahu tersebut bocor lalu sunan Bonang menghentikan pembaiatan dan mengambil tanah dari daratan untuk menambal kebocoran perahu ternyata di dalam tanah tersebut terdapat cacing, kemudian pembaiatan terhadap Sunan Kalijaga dilanjutkan, karena terlalu dahsyatnya pembaiatan Sunan Bonang maka cacing tersebut dapat mendengarkan dan mengikuti proses pembaiatan dan pada akhirnya cacing tersebut mampu berubah menjadi manusia. Karena belum sempurnanya ilmu yang dikuasai oleh sunan Kalijaga, beliau tidak mengetahui kalau ada orang yang ikut menguping wejangan sunan Bonang, setelah sempurna menerima ilmu dari Sunan Bonang akhirnya sunan Kalijaga tahu ada orang yang juga mencuri ilmu tersebut secara sembunyi maka orang tersebut diusir oleh sunan Kalijaga. Orang tersebut lari ke daratan dan menyebarkan ilmu yang tidak sempurna tersebut kepada masyarakat hingga terkenal dimana-mana. Setelah Sunan Kalijaga telah menela’ah dan menyempurnakan ilmu dari Sunan Bonang dan siap menyiarkan di daratan. Betapa kagetnya Sunan Kalijaga ternyata ilmu tersebut sudah tersebar luas. Sunan Kalijaga teringat akan kejadian di atas kapal bersama Sunan Bonang ketika menerima ilmu ada orang yang berasal dari cacing yang ikut mendengarkan wejangan tersebut oleh Sunan Kalijaga dinamakan Siti Jenar. Karena ilmu yang tanpa izin dari guru (sunan Bonang) dapat menyimpang/ menyesatkan/ merusak ilmu Tauhid. Hal ini menyebabkan munculnya ilmu hitam. Sampai sekarang ilmu tersebut menjadi pegangan dan keyakinan masyarakat luas karena dianggap sebagai ilmu yang benar. Hal tersebut diatas dapat kita simpulkan bahwa ilmu yang tidak sempurna (tidak dilandasi dengan tauhid yang murni) dan tidak kita ketahui asal mulanya, walaupun luarnya sangat bagus dan sangat indah tetapi di dalamnya sangat kotor dan menyesatkan bagi kita, na’udzubillah.Maka dari itu karena ilmu kewalian/tauhid yang telah begitu lama tidak muncul,yang tersebar selama ini hanya ilmu syari’at dan syari’at dari haqiqat. Alhamdulilah,dengan sifat Rohman dari Allah S.W.T ilmu tersebut sekarang telah muncul/beredar dengan perantara para guru mursyid yang tersebut dalam silsilah mursyid yang sahih.

Selanjutnya

5 Comments:

Blogger Jalan trabas said...

tulisan dalam link sodar terlalu memfonish orang laen/syekh siti jenar anda belum mempelajari bagaimana ajaran beliau dsb. anda menulis bab tasawuff apakah anda bener2 seorang pejalan tasawuf itu sendiri ..kereksilah diri anda dan saya khususnya dan tulisan anda dan saya juga salam kenal jack kalijaga..www.jalantrabas.blogspot.com

6:36 PM  
Blogger Saksila Hitam said...

Salam...Tulisan saudara adalah berdasarkan cerita lisan semata. seharusnya sebelum menulis perihal seseorang,kita harus mengkaji salasilah dan sejarah seseorang itu. Saudara menulis perihal Syeikh Siti Jenar,tetapi saudara tidak tahu siapa beliau yang sebenarnya. Bukankan ini menyebabkan tulisan saudara boleh dianggap FITNAH. Dan bukankah Fitnah didalam hukum syariat saudara adalah lebih hina dari membunuh

10:13 AM  
Blogger Parto MBK Pusat said...

dari cacing menjadi manusia karena mendengar ilmu yg diajarkan S Bonang,aku ambil pelajaran bahwa dari cacing ibarat kehinaan bisa jadi makhluq paling mulia [manusia] karena kemuliaan sebuah ilmu agama islam.itu yang aku tangkap hikmah dari cerita Bai`at itu.

9:52 AM  
Blogger iko bi said...

q jg seseorang yg mncari jati diriku,mlalui kenyataan hdup yg pahit n kputus asaan. alhamdulillah skrang udah mlai terbuka hatiku.proses trjadinya manusiapun sbenarnya panjang.sebuah kata dapat di artikan smpai 5 tingkatan tergantung seberapa jauh pengetahuannya.mngkin bkn ilmunya yg salah to kita yg tk snggup menjangkauhnya,akhirnya salah penafsiran.

9:52 AM  
Blogger Gufron Yono said...

Muke loe gile

9:02 AM  

Post a Comment

<< Home